Bimtek Akuntansi Keuangan Daerah

Selasa, 01 Desember 2015 publik

Oleh admindppkad

Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Permendagri 64 tahun 2014 dengan Berbasis Aplikasi SIADINDA

Berdasarkan Permendagri No. 64 tahun 2014 Pemerintah dituntut untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam penyajian laporan keuangan. Akuntansi berbasis akrual adalah suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya diakui, dicatat, dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Dalam akuntansi berbasis akrual, waktu pencatatan (recording) sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya, sehingga dapat menyediakan informasi yang paling komprehensif karena seluruh arus sumber daya dicatat.
Dengan pelaporan berbasis akrual, pemerintah dapat memberikan informasi yang lebih transparan mengenai biaya pemerintah dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di dalam pemerintah dengan menggunakan informasi yang diperluas, tidak sekedar informasi yang berbasis kas. Manfaat bagi masyarakat pengguna laporan keuangan, antara lain apabila laporan keuangan disajikan dengan basis akrual memungkinkan pengguna laporan untuk menilai akuntabilitas pengelolaan seluruh sumber daya oleh suatu entitas, menilai kinerja, posisi keuangan dan arus kas dari suatu entitas serta pengambilan keputusan mengenai penyediaan sumber daya, atau melakukan bisnis dengan suatu entitas pemerintah. Penerapan akuntansi berbasis akrual memerlukan Sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang akuntansi, pelaksanaan akuntansi basis akrual diperlukan beberapa persyaratan antara lain : (1) Sistem Akuntansi dan IT Based System termasuk sistem pengendalian intern yang andal (2) Komitmen Pimpinan, dan (3) SDM yang memadai.
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pidie Jaya meningkatkan peranannya dalam penyediaan dan pengembangan SDM akuntansi di sektor pemerintahan, dengan cara melakukan bimbingan teknis (bimtek) akuntansi keuangan daerah. Bimtek tersebut direncanakan dilakukan selama 2 (dua) tahap selama dua hari dengan jumlah peserta sekitar 70 orang. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 4 November 2015 bertemakan “Persiapan SKPD untuk Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Akrual dengan Berbasis Aplikasi SIADINDA”. Tahap kedua direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Desember 2015, pada tahap ini akan bertemakan “Finalisasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Akrual dengan Berbasis Aplikasi SIADINDA”. Para peserta kegiatan bimtek adalah seluruh Bendahara, kasubbag keuangan, dan user pengguna siadinda.
Setelah mengikuti bimtek ini peserta diharapkan dapat menyusun laporan keuangan berbasis akrual dengan menggunakan aplikasi siadinda. Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Dinas Daerah (SIADINDA) ini merupakan program aplikasi pengelolaan keuangan daerah terkomputerisasi berbasis akrual. Software akuntansi ini mampu mempermudah pembukuan karena seluruh jurnal akuntansi dan laporan keuangan dibuat secara otomatis.